Minggu, 06 Juli 2014

PROFIL RSUD KOTA BAUBAU 2013



PELATARAN RSUD KOTA BAUBAU






PROFIL RSUD KOTA BAUBAU
BAB I
PENDAHULUAN


           LATAR BELAKANG
Pembangunan kesehatan pada hakikatnya bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang salah satu point di dalamnya mewujudkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui mutu pelayanan.
Sebagai salah satu instrument dalam pelayanan kesehatan tersebut adalah pengelolaan manajemen rumah sakit yang multi kompleks. Sebagai satu institusi, RSUD Kota Baubau selalu dituntut meningkatkan kualitas peralatan, namun di pihak lain dituntut pula untuk mengutamakan pelayanan kepada masyarakat banyak. Kedua fungsi tersebut dapat dipadukan sehingga menjadi suatu ”Lembaga Sosial Economi” dimana fungsi-fungsi ekonomi dapat digunakan untuk membiayai fungsi sosialnya.
RSUD Kota Baubau merupakan salah satu rumah sakit yang ada di eks Kabupaten Buton yang kini telah dimekarkan menjadi 4 Kabupaten/Kota yaitu Kota Baubau, Kabupaten Buton, Kabupaten Bombana dan Kabupaten Wakatobi. Posisi strategis Kota Baubau membuat pusat rujukan Pelayanan Kesehatan bagi keempat daerah tersebut bertumpu pada RSUD Kota Baubau. Hal ini merupakan peluang pengembangan rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan.
Bertolak dari pemikiran tersebut dengan memperhatikan posisi strategis Kota Baubau, maka ke depan sudah saatnya dipikirkan pengembangan RSUD Kota Baubau sebagai pusat rujukan ke-2 di Propinsi Sulawesi Tenggara. Hal ini dimungkinkan mengingat:
1. Kesehatan merupakan investasi jangka panjang, sehingga efisiensi dan efektivitas selalu diprioritaskan.
2.   Rumah sakit mempunyai kewajiban untuk melayani masyarakat miskin (Publict Goods) sekaligus harus proaktif terhadap tuntutan segmen masyarakat mampu (Privat Goods).
3.  Rumah sakit sudah terlibat dalam persaingan dengan rumah sakit lain yang sangat agresif dalam menangkap peluang pasar dan memperebutkan sumber daya manusia.
4.  Rumah sakit berhadapan dengan perkembangan teknologi kedokteran dan  teknologi manajemen modern yang memerlukan biaya besar.
5.   Rumah sakit merupakan organisasi padat karya, profesi, fungsi, teknologi dan modal.
6.   RumahSakit Kota Baubau telah memiliki kesiapan sumber daya manusia hanya tertinggal dalam sarana dan prasarana.
           MAKSUD DAN TUJUAN
       MAKSUD
Profil kegiatan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Baubau diarahkan dapat mewakili kondisi kegiatan rumah sakit pada saat ini, dimana sudah menjadi tugas dan kewajiban untuk menyampaikan informasi dan laporan tentang kinerja dan kemajuan yang dicapai dengan penyajian data yang baik dan bertanggung jawab.

      TUJUAN
Profil RSUD Kota Baubau Tahun 2013 ini,merupakan gambaran secara keseluruhan tentang perbaikan dan peningkatan Sistem Informasi dan Manajemen RSUD Kota Baubau yang selama ini masih tahap pengembangan khususnya dalam hal pengelolahannya. Profil kegiatan ini menyajikan berbagai hasil data dan informasi pencapaian pelayanan kesehatan di tahun 2013, yang nantinya dapat dijadikan tolak ukur perbaikan dalam menentukan posisi, arah dan tujuan yang akan kita capai pada masa yang akan datang.
Profil 2012 ini telah dikembangkan dengan tujuan agar mampu memberikan data dan informasi yang lengkap, akurat, tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan untuk proses pengembalian keputusan diberbagai tingkat administrasi. Selain itu dapat juga digunakan untuk mengetahui keberhasilan atau mengetahui permasalahan yang terdapat suatu instansi dalam ruang lingkup Rumah Sakit.





BAB II
GAMBARANUMUM KOTA BAUBAU


                LETAK GEOGRAFIS
         LETAK GEOGRAFIS
Ciri utama Kota Baubau yang terletak dijazirah Sulawesi Tenggara bagian selatan pulan Buton. Daerah Kota Baubau secara geografis terletak dibagian selatan garis khatulistiwa diantara 5º21’-5º3’ Lintang Selatan dan 122º30’-122º45’ Bujur Timur.

          LUAS WILAYAH
Kota Baubau pada tahun 2012 sudah membentuk 8 (delapan) Kecamatan dan setiap kecamatan terbagi atas tiap-tiap kelurahan yang berjumlah 43 Kelurahan. Untuk luas wilayah Kota Baubau seluruhnya berjumlah 221,00 km².

          BATAS WILAYAH
Kota Baubau berbatasan pada sebelah Utara dengan Kecamatan Kapontori Kabupaten Buton, Timur berbatasan dengan Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton, Selatan berbatasan dengan Kecamatan Batauga Kabupaten Buton, dan Barat dengan Selat Buton.

             KEPENDUDUKAN
Berdasarkan hasil pendataan BPS di kecamatan-kecamatan Kota Baubau jumlah Rumah Tangga (Ruta) tahun 2012 berjumlah 29.237 KK dengan jumlah penduduk 143.434 jiwa terbagi 70.938 jiwa Laki-laki dan 72.427 jiwa Perempuan.
Rasio pertumbuhan penduduk Kota Baubau dari tahun 2011-2012 sebesar 97,19% dari jumlah penduduk tahun 2012 sebanyak 139.405 jiwa meningkat menjadi 143.434 jiwa di tahun 2012. Persebaran penduduk di Kota Baubau tahun 2012 sebanyak 158.847 jiwa.

                SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA
             SOSIAL
Berdasarkan data sensus penduduk Kota Baubau tahun 2012 penduduk Kota Baubau berjumlah 143.434 jiwa, dari jumlah tersebut maka Kepala Keluarga (KK) miskin berjumlah 13.610 dari 29.952 KK dengan keluarga mampu 28.927 jiwa dan keluarga miskin 4.061 jiwa. Sementara jumlah tenaga kerja 5.435 jiwa. Angkatan kerja tahun 2010 berjumlah 62.115, masing-masing 56.451 jiwa bekerja dan 5.664 pengangguran. Sementara untuk yang bukan angkatan kerja berjumlah 29.613, masing-masing 12.621 jiwa sekolah dan 15.020 jiwa mengurus rumah tangga.

              EKONOMI
Kota Baubau memiliki perekonomian bermacam-macam dari perdagangan, hiburan, perbankan, perindustrian, koperasi dan UKM, kelompok nelayan, usaha penangkapan ikan, pertanian, peternakan, dan perkebunan.
Pusat perbelanjaan di Kota Baubau terdiri dari 4 unit pasar umum, 1 unit pasar buah, dan 1 unit pujaserata. Sedangkan jasa hiburan 4 unit karoke dan 10 unit kafe. Jumlah perbankan di Kota Baubau tahun 2012 berjumlah 14 unit. Jumlah bidang perindustrian di Kota Baubau sebanyak 26 macam. Bidang koperasi yang aktif sebanyak 217 buah dan 15.348 buah.
Kelompok nelayan mencapai 90 kelompok dengan menggunakan kapal pole andline, kapal kayu, ataupun perahu GT sebagai wadah dalam meningkatkan produksi tangkapan. Usaha penangkapan ikan Kota Baubau tahun 2012 terdapat 67 usaha yang beroperasi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wameo, dimana 11 kapal dari DKP dan 15 kpal dari BNPB dengan produksi sebesar 10.156.000 ton.
Luas areal hutan di Kota Baubau seluas 4.791 Ha hutan lndung dan 7.948 Ha hutan produksi. Luas areal pertanian 4.094 Ha dengan hasil produksi setiap tahunnya 3.707,75 ton dan luas lahan persewaan 1.326 Ha dengan hasil produksi setiap tahunnya 12.214,68 ton.
Jumlah peternak di Kota Baubau sebanak 4.980 orang dengan jumlah ternak 1.657 ekor sapi, 1.801 ekor kambing 1.883 ekor babi, 134.590 ekor ayam kampung, 5.716 ekor itik, 33.500 ekor ayam ras pedaging dan 5.500 ekor ayam ras petelur. Sedangkan luas areal perkebunan Kota Baubau seluas 1.337 Ha dengan hasil produksi 1.398,6 ton.

             BUDAYA
Kota Baubau banyak memiliki Wisata Budaya: Benteng Keraton, Mataa, Benteng Sorawolio, Wisata Bahari: Pantai Nirwana, Pantai Lakeba, Pantai Lakorapu, Pantai Palabusa, Pantai Kamali, dan Wisata Alam: Gua Lakasa, Air Jatuh Tirta Rimba, Pemandian Bungi, Samparona, Pemandian Kampenaho.

              UPAYA DAN FASILITAS KESEHATAN
Sarana kesehatan di Kota Baubau masing-masing memiliki 1 unit RSUD, 1 unit RS Swasta, 1 unit RS Bhayangkara, 2 unit RS Bersalin, 18 unit Puskesmas, 11 unit Puskesmas Pembantu, 16 unit Polindes, 3 unit Klinik, 31 unit Apotek, 13 unit Toko Obat, dan 140 unit Posyandu.
Jumlah tenaga kesehatan Kota Baubau untuk Dinas Kesehatan berjumlah 7 dokter, 147 perawat, 24 analisis gizi, 78 bidan, 15 apoteker, 56 kesehatan masyarakat, 23 sanitarian, dan 700 kader posyandu.

               DERAJAT KESEHATAN DAN POLA PENYAKIT KOTA BAUBAU
Pelayanan kesehatan tahun 2012 menurut kecamatan dan puskesmas Kota Baubau berjumlah 3.679 ibu hamil, 2.793 ibu bersalin, dan 2.696 bu nifas. Peserta keluarga berencana (mix kontrasepi) berjumlah 7.065 orang dengan menggunakan 3 MOP,121 WOW, 721 kondom, 2.657 suntik, 514 susuk, 2.879 pil, dan 170 lainnya.


Tabel 2.5.1
Jenis Penyakit yang Diderita oleh Masyarakat Rawat Inap
Kota Baubau Tahun 2012


Sumber : BPS Kota Bau bau Tahun 2012


Tabel 2.5.2
Jenis Penyakit yang Diderita oleh Masyarakat Rawat Jalan
Kota Baubau Tahun 2012